Essay

A Song Essay – Ingkar By Tulus

A Song Essay – Ingkar By Tulus

Lirik Lagu Tulus – Ingkar

Seiya menyudahi
Sekata pisah tak sama lagi
Bersama dihadapi
Engkau pun seperti tak enggan mengakhiri

Ku dengan bunga baru
Jiwa sepimu diobatinya
Terus mencari celah
Berdua bicara topik mengada-ada

Ingkarkah kita

Aku coba dengan yang baru
Kukira hilang bayangmu
Namun tiap dengan yang baru
Rasanya seperti ku berbohong dan curangimu

Ku dengan bunga baru
Jiwa sepimu diobatinya
Terus mencari celah mengarang temu
Tuju mengada-ada

Aku coba dengan yang baru
Kukira hilang bayangmu
Namun tiap dengan yang baru
Rasanya seperti ku berbohong dan curangimu

Detik-detik terus menitik
Garis rindu menuju kamu
Jam demi jam terus menggeram
Rona rindumu pun kepadaku
Mungkin kita butuhkan waktu
Atau berdua mengingkari hati
Detik-detik terus menitik
Kisah kita tidak bertitik

Aku coba dengan yang baru
Kukira hilang bayangmu
Namun tiap dengan yang baru
Rasanya seperti ku berbohong dan curangimu oh

Coba dengan yang baru
Kukira hilang bayangmu
Namun tiap dengan yang baru
Rasanya seperti ku berbohong dan curangimu

Ku curangimu

Curangimu

——————————

Source: LyricFind

Ingkar lyrics © Massive Music Entertainment


Essay Lagu Tulus – Ingkar

Lagu Tulus Ingkar ini menceritakan seseorang yang telah melakukan suatu persetujuan untuk menyudahi suatu hubungan. Kedua pasangan ini terlihat secara jelas ingin mengakhiri hubungan tersebut. Saat aku (tokoh utama lagu ini) bersama dengan kekasih barunya, ia merasa yakin bahwa pasangan barunya dapat mengobati luka yang ia miliki selepas berpisah dengan mantan kekasihnya. Namun, memanglah sulit saat kenangan cinta itu sudah terlalu berkesan bagi kita, sehingga kita tak pernah berhenti untuk selalu berusaha mencari celah atau kekurangan dari pasangan baru kita, seakan tidak bisa menerima fakta bahwa ia yang sekarang, bukanlah ia yang ada di lemari kenangan.

Tokoh aku merasa, bahwa ia dengan kekasih lamanya telah mengingkari janji yang telah ditetapkan saat pertama kali rasa cinta itu tercipta. Ia merasa terpukul dan baru tersadar bahwa ia telah melakukan kesalahan yang fatal, yaitu merasa bahwa telah mengkhianatinya.

Waktu demi waktu, rasa rindu itu semakin tidak bisa dijelaskan, ia hanya berharap bahwa akan ada suatu ruang yang secara tulus memberikan kesempatan untuk bertemu dengannya lagi di lembar yang baru, walau waktu telah memberikan isyarat, bahwa semua itu tak ada lagi artinya, dan kisah cinta itu tidak pernah berhenti menemukan jawabannya.


Favorite Lines : Detik-detik terus menitik, Kisah kita tidak bertitik.

Share this post

Avatar

Fahreza Cahya Pahlevi define himself as an inquirer, he always seeks for an answer to anything that he curious about, he would never followed the map of common people, he always has different perspectives, and be willing to sharing it. He is kind of person who is eagerly knowing about almost any subjects and topics, especially in the area of social humanities, such as Sociology, Philosophy, Psychology, History, and Communication, also area of languages, particularly in Japanese, French, and Russian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.